Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan kata

Dimana KAMU???

 hai hai lama tak berjumpa,  selama ini selalu sibuk menyombongkan diri dengan bahasa inggris menyebarkan pencapaian kepada orang lain tapi kadang muncul insecurity yang tak besar pikiran yang tak menentu merasa mengecilkan diri apakah ini benar? apakah ini jalan yang aku suka? pertanyaan demi pertanyaan tidak terjawab tak ada teman untuk berbagi romansa tersebut yang ada hanya sahabat lama yang kalau berbagi bersamanya dia tak lagi sendiri yang kalau berbagi bersamanya dapat menimbulkan hal tak baik ahh sepi rasanya dimasa tua sepi tidak ada teman yang berbagi rasa sulit berbagi kalau aku tak sebaik itu dan sehebat itu ingin sekali rasanya ada teman yang menyimpan itu hanya kepadanya yang hanya kepadanya aku bisa menjadi diriku yang super vulnerable ini aku pernah terbuka dan akhirnya dibilang lemah tapi aku tidak akan begitu apabila aku tidak berusaha terlihat lemah tahukah kamu egoku super tinggi tak ingin berbagi kesulitanku dengan lainnya, tapi aku ingin yang bersamaku ta...

3 Rekomendasi Buku yang Mengubah Pola Pikir dan Bagaimana Menjalani Hidup

Hai fellas… Hobby membaca di waktu luang adalah hal positif yang bukan hanya mengisi waktu luang dengan hal yang positif namun juga mampu meningkatkan kapasitas diri. Dalam jangka waktu beberapa lama ini terdapat beberapa buku yang selesai gw baca ya walaupun belum sebanyak para penggemar buku ya, tapi sedikit banyak memberikan dampak positif terhadap cara pandang gw dan bagaimana gw menghargai diri gw sendiri. 1. IKIGAI - The Japanese Secret to a Long and Happy Life Buku ini pertama kali gw baca ketika gw merasa cukup gelisah dengan perjalanan apa yang ada di depan mata gw. Kebingungan yang muncul ketika kita sudah memasuki masa skripsi dan berpikir tentang what next in your life. Di tengah persimpangan itu, membaca buku ini gw menyadari beberapa hal yang berkaitan dengan value hidup dan apa yang menjadi penting ketika kita mengerjakan yang sedang kita kerjakan. Banyak mungkin yang merasa kalau kita hidup hanya sebuah rutinitas dan menyadari kalau memang bangun untuk bekerja dan untuk...

WHO ARE YOU???

  Pernah menyesal sama yang sudah dilalui hidup? Biasanya apa alasannya? Malam ini gw baru sadar 1 hal yang sangat gw sesali selama menjalani lebih dari 30 tahun ini. Beberapa hal itu, seperti yang menghalangi gw melihat lebih dalam terhadap diri gw sendiri, atau mungkin kadang memandang rendah terhadap diri sendiri. Yang sudah pasti jelas bahwa itu memang bukan hal positif yang kita lakukan pada diri kita sendiri. Apa saja hal yang gw sesali belakangan: 1. Never Push My Limit. Walaupun gw merasa cukup bekerja keras selama ini, namun hal yang gw sadari adalah gw ga pernah push my limit. Gw achieve sesuatu paling hanya di level 30-50%. Sedangkan hasilnya gw serahkan kepada penilaian orang terhadap gw. Mungkin itu yang membuat gw jadi kaum marginal dengan kompetensi yang biasa biasa aja. Sedangkan, secara ego gw merasa sudah mengerjakan dengan full 100% atau bahkan mencapai 150%. Tapi ternyata gw sadar bahwa itu hanya sebagian dari diri gw saja. agak sedih yaa... 2. Tidak Berani Mend...

Kenapa, Apa, Siapa

 sedikit demi sedikit aku sadar  siapa aku ini apa yang bisa dan tak bisa aku lakukan walaupun masih terus berusaha bisa menjawab bagaimana mengatasi setiap masalah yang ada tapi memang banyak sekali perjalanan yang bisa dijadikan pelajaran taukah kamu ketika kita tidak berusaha membuka diri orang lainpun akan begitu kepada kita bukan mereka yang salah tapi kita yang menciptakan barier itu mungkin karena keadaan, mungkin karena waktu atau mungkin karena ego pertanyaan besar yang masih aku cari jawabannya dari dalam diri terima kasih setelah keluar dari lingkungan yang lama aku bertemu dengan lingkungan baru yang menginspirasi, yang bisa membuatku bertahan tak bisa kupasatikan apakah aku masih bisa survive berusaha terus belajar apabila masih sama walaupun dulu belajar tapi tak semenyenangkan ini rasanya aku mungkin hanya 1 dari banyak yang dapat kesempatan, tapi tunggu dulu mimpiku masih banyak masih banyak mimpi yang belum di pecah jadi pijakan pijakan kecil yang realistis ma...

Alasan tidak bisa menulis

 Alasan utama tidak bisa menulis adalah TIDAK MEMBACA Apapun yang kamu baca akan menjadi ilmu baru yang ingin kamu bagikan, tidak harus dengan seminar ataupun dengan media ruang belajar dikelas, tapi juga menulis. bukannya itu yang diajarkan oleh perkuliahan? untuk membuat review membuat paper? kalau gw menjelaskan diri gw sebagai orang yang hobby membaca ternyata gw salah. tapi kalau gw adalah orang yang suka berbagi ilmu mungkin itu adalah jawabannya. karena ketika gw serius untuk membaca suatu hal, maka gw akan share ilmu tersebut untuk orang lain, siapapun. Bisa jadi ilmu itu adalah ilmu baru untuk orang lain namun pertanyaannya kemudian apakah gw sering membaca? jawabannya TIDAK terlalu banyak ketidakinginan membaca dibandingkan dengan memegang gadget dan melihat reels terbaru atau instastory Gw akan puasa instagram dan  netflix, bisa jadi media ini akan jadi tempat review apa yang gw kerjakan selain menonton film favorit gw atau menonton instagram sekian pemikiran gw yan...

Pekerja Vs Pengusaha. Wanna try?

Menarik ga sih berdagang? Malu ah berjualan.. Dulu gw pernah berpikir kaya begitu. Tapi ternyata mindset tentang berdagang itu lebih luas daripada yang kita bayangin dong. Percaya ga percaya ya berdagang itu bukan hanya tentang jual 1 barang dan sampai pada targetnya. Itu Sales bukan pedagang atau berniaga. 1. Mengerti dasar cost structure Hidup kita itu bukan hanya tentang spending kan. Kita kerja itu untuk mencari uang namun juga perlu mengatur kemana uang kita pergi. Cost structure itu adalah dasar cashflow dimana kita bisa mengetahui dan mengatur berapa pengeluaran kita, dan memonitornya setiap bulan ataupun tahunan. Untuk seorang pekerja, pekerjaan ini mungkin tentang membagi gaji yang kita dapatkan, berapa yang kita bayarkan untuk simpanan, berapa yang kita sisakan untuk pleasure dan berapa yang kita sisihkan untuk tabungan kita di hari tua. Namun tidak jarang kan kita spending lebih banyak dibandingkan menyimpan penghasilan kita. Sebagai seorang pebisnis pasti alokasinya akan be...

Curhat New Normal

Hai fellas, Semoga pagi kalian menyenangkan ya.. apalagi ini adalah hari baik bisa memberikan kebaikan di hari yang baik ini. Jadi setelah sekian lama ini adalah pengalaman gw setelah 4 bulan ini tidak bisa kembali ke rumah karena virus corong yang melanda Indonesia belakangan ini. Rasanya million times ago ga bisa pulang dan ternyata pulang itu menyenangkan punya rumah untuk pulang itu menyenangkan. Tapi setelah gw pikir, gw bukan tipe orang yang bisa menetap dan tinggal di 1 tempat secara terus menerus. Buktinya pulang kesini buat gw berpikir lebih tenang lebih luas dan lebih panjang. Gw juga banyak merenung dan refleksi tentang apa yang gw lakukan dan apa yang bisa gw usahakan. Dari pindah sementara ke apartemen ini sendiri gw banyak berpikir apakah apa yang bisa gw lakuin selanjutnya dan bukan cuma nonton dan waktu tidak berjalan cepat rasanya. Apa perlu ya punya homestay di banyak kota jadi tiap kita travelling kemana aja akan punya tempat singgah yang menyenangkan untuk menyendir...

Manusia dan Ilmu Terapan

Siang semua Apa kabar di hari yang fitri ini Semoga semua bisa bahagia dengan berkumpul ataupun tidak dengan keluarganya. Gw lebaran ini adalah orang yang kurang beruntung yang tidak dapat berkumpul dengan keluarga. It doesn't matter. Air mata dan setres sudah gw buang semua kemarin sekaang yang bisa gw lakukan hanya menerima keadaan dan sabar tentunya. Semoga semua badai ini segera berakhir. Ya kali ini mungkin cerita gw berkaitan dengan kegalauan yang terjadi, biasa gw terbiasa efek nonton film dan akhirnya terbawa suasana, hahhaa.. Gw ga paham kenapa korea banyak sekali mengangkat tema film tentang psikologi. Dimana gw tertarik sekali dengan ilmu ini sebenarnya. Langsung secara sadar gw merasa apapun pekerjaan kita baik ataupun buruk itu akan berkaitan langsung dengan kepentingan orang lain. Misal nih, kamu merampok, pastinya akan berkaitan dengan kejahatan terhadap orang lain, suatu tindakan yang merugikan untuk orang lain. Atau misalnya kamu membangun rumah, pasti akan ...

Hanya Refleksi

Hai.. apakah semuanya baik baik saja.. Semoga tetap sehat walaupun badai ini melanda semua wilayah di Indonesia. Banyak mungkin diantara kaum milenials yang putus kerja atau usaha yang rehat sejenak karena pandemik ini. Tapi kita harus tetap tawakal berusaha yang terbaik sehingga akan datang cahaya yang baik kemudian. Seperti setelah badai akan segera ada pelangi kan. Sekarang, saatnya kita menciptakan amunisi untuk tumbuh dan menjadi orang yang lebih baik dan lebih baik lagi. Dan pada masa pandemik ini reda, akan ada "kita" yang baru yang siap menyongsong masa depan lebih baik.       Nah tulisan ini gw lebih kearah refleksi apa sebenarnya yang buat gw bertahan di pekerjaan gw sekarang. Untuk diketahui adalah gw bekerja disalah satu perusahaan BUMN di bidang perumahan atau developer. Apa siih sebenarnya yang menjadi dasar utama gw sehingga pada saat wawancara yang membuat para pemegang kebijakan percaya gw adalah salah satu kader yang baik untuk perusahaan ini. ...

Pernyataannya dan Perbuatanmu

Hingga minggu selanjutnya kabar dari Ringgo tak pernah datang. Sengaja kali ini ku biarkan saja komunikasi kami terputus. Ya mungkin kali ini aku semakin lelah menghadapi Ringgo yang aku rasa semakin membentangkan jarak di hubungan kami. Siang ini, aku ada janji makan siang dengan Rani. Rani memaksa bertemu karena banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada ku. Ahh, tak ingin rasanya membahas Ringgo di pertemuan dengan Rani. "Fan, gw udah di kampus lw. Lw lagi dimana?", pesan Rani. "Iya gw mau keluar. Mau makan kemana memang kita? Jangan jauh jauh jam 3 gw ada kelas lagi.", balasku. "Yaudah gw tunggu di parkiran ya.", balas Rani. Kuhampiri Rani yang sedang berdiri dibawah pohon dekat mobilnya diparkir. "Kok lw keluar sih, ayuk jalan keburu kesiangan.", ucapku. "Lw ga bawa mobil? Bensin gw tekor nih.", ucap Rani sambil nyengir. "Dasar ga modal. Lw yang nyetir ya", ucapku sambil melempar kunci ke Rani. "Siap bos...

Berpikir untuk Menyerah

Weekend ini aku akan memastikan apakah Ringgo jadi datang kerumahku. Aku akan menyiapkan diri untuk pertemuan yang mungkin akan cukup emosional ini. Jujur aku rindu sekali dengan Ringgo. Aku harap Ringgo pun demikian. Mulai dari jumat pagi aku mengirim pesan secara intens pada Ringgo. Setiap tidak dibalasnya aku berusaha menanyakan ulang dan memastikan kalau komunikasi kami berjalanan baik, hari ini hingga besok minimal. "Pagi sayang, sudah di kampus? Jangan lupa sarapan ya", pesanku. Seperti biasa lebih dari 2 jam tak ada balasan. Selesai kuliah jam pertama ku lanjutkan lagi mengirim pesan pada Ringgo. "Sayang, besok mau aku masakin apa? Biar pulang kampus aku sempetin belanja", pesan yang kukirim lagi dimana sebelumya sudah diawali dengan kata "Ping" yang artinya memanggil lagi orang yang sama. Hingga jam makan siang akhirnya kukirim kembali pesan untuk Ringgo, berharap yang kali ini dibalas. Dan bisa janjian makan siang bersama, walaupun sudah...

Perasaan Kaku Siang Itu

Lebih dari 3 bulan aku hanya mendapat pesan singkat yang benar benar singkat dari Ringgo. Aku sengaja menunggunya dari jauh dan bersabar jika pekerjaannya segera selesai. Aku yakin Ringgo akan segera kembali seperti Ringgo yang lalu, yang selalu perhatian dan jelas sekali kalau dia sayang denganku. Aku kembali duduk disini. Kali ini bukan Rani partnerku. Tapi Randy. "Ahh aku sudah gila memang, mau saja bertemu Randy disini.", lamunku. "Kalau bertemu Ringgo dan salah paham apa jadinya hubungan kami.", pikirku. Sisi jahatku kemudian bergejolak. "Bahkan hampir sebulan ini, pesannya saja bisa kuhitung menggunakan jari. Jadi apa yang aku harapkan dari Ringgo. Mungkin sebentar lagi dia juga akan meminta putus dengan ku.", lamunku. Sisi baik kemudian menyeruai. "Tapi ini namanya aku selingkuh dong. Apa bedanya aku sama Ringgo kalau begitu. Sama sama tidak ada lebihnya.", tambahku. Sudah sebulan ini, Randy cukup intens menghubungiku, mu...

Perkenalan

Sama seperti siang lainnya, aku masih disini. Duduk dikursi yang sama, menanti orang yang sama. Bukan Rani maksudku, ya tapi dia Ringgo. Kubaca kembali pesan yang sudah aku kirim lebih dari 3 jam yang lalu. "Sayang, lagi apa?", pesanku singkat. Pesan semanis inipun tidak ada balasan dari Ringgo. Kututup pesan whatsapp ku. Sambil menyeruput es jeruk yang aku pesan bersama batagor tadi ku mainkan gadgetku sekedar menghilangkan bosan menunggu Rani yang datang terlambat dari janji kami. Kukirim pesan kepada Rani karena bosan menunggu. "Gw ada kelas setengah jam lagi. 10 menit lagi ga dateng gw balik kampus ya.", pesanku sedikit mengancam. "Biar kapok telat terus anak itu", pikirku. Ketika asik dengan gadgetku, kudengar suara laki-laki menyapa didepanku. "Sendirian? Gw boleh numpang duduk sini?", tanyanya ragu. "Sooo......", ucapanku pun tertahan ketika kulihat laki - laki itu adalah laki - laki kemarin yang tak sengaja kutabra...

Siang Itu

Seperti biasa, siang inipun aku kembali duduk dibangku yang sama ditempat yang sama. Termangu disini sembari menunggu pesan text yang biasanya hanya kamu kirim dipagi dan siang hari. Menunggu pesan yang biasanya kamu kirim, sekedar mengingatkan makan siang. Sengaja ku tahan tanganku untuk mengirim pesan duluan terhadap mu semenjak intensitas pertemuan kita yang mulai berkurang sejak dua bulan yang lalu. Biasanya bisa pulang dan pergi bersama kekampus, saat ini untuk sekedar mengingatkan makan siang pun mulai terasa menghilang. Handphoneku berdering pelan, ada pesan masuk. Kucoba menenangkan diri dan berusaha memperlambat ritme membuka pesanku. Berharap kalau itu kau yang mengirim pesan dan aku berusaha melakukan gerakan tarik ulur kepadamu. Kuturunkan penanda notifikasi dari bagian paling atas layar teleponku. "Ah, ternyata Rani', keluhku. Kubaca pesan dari Rani. "Fan, tunggu gw bentar ya, dosennya ada kuis mendadak. Jadi mungkin telah setengah jam gw kesana. Tung...